• Breaking News

    Pemkot Bandung Hibahkan Rp 12,3 M ke Panwaslu untuk Pilkada 2018 Mendatang




    Bandung - Pemkot Bandung menghibahkan Rp 12,3 miliar pada Panwaslu Kota Bandung untuk pengawasan Pilkada serentak tahun 2018 mendatang. 


    "Silahkan pakai untuk kebaikan. Karena peristiwa Pilkada serentak luar biasa. Hari ini kita hibahkan ke Panwaslu Rp 12,3 miliar," ujar Wali Kota Bandung Ridwan Kamil usai penandatanganan kesepakatan antara Pemkot dan Panwaslu Kota Bandung di Pendopo Kota Bandung, Rabu (27/9/2017). 



    Dana besar itu, kata Emil, digelontorkan untuk memastikan agar kegiatan Pilkada bisa berjalan lancar tanpa adanya pelanggaran. "Saya meyakini penyelenggaraan (Pilkada) di Bandung akan sangat baik," ucapnya. 




    Emil mengatakan berkaca dari Pileg dan Pilpres lalu di Kota Bandung relatif berjalan lancar. Sebab masyarakat sudah mulai melek politik. Sementara polemik di media sosial dianggapnya sebuah gejolak yang wajar. 


    Namun Emil berharap pelanggaran yang kerap terjadi seperti lokasi dan waktu kampanye yang tidak sesuai dan keterlibatan anak dalam kampanye tidak akan ada lagi di Pilkada serentak 2018.



    Di tempat yang sama Ketua Panwaslu Kota Bandung Farhatun Fauziyyh mengatakan dalam Pilkada serentak nanti pihaknya akan melakukan lebih banyak pencegahan dengan mengutamakan partisipasi masyarakat. 



    "Di setiap kecamatan akan ada tiga Panwascam. Saya rasa pasti ada tiga orang terbaik yang bisa melakukan pengawasan di tingkat kecamatan," tuturnya. 



    Soal anggaran, Farhatun mengaku akan terjadi penyerapan yang cukup besar dalam hal operasional dan pembentukan karakter pengawas. Terlebih nantinya selain ada tiga orang Panwascam, di setiap kecamatan juga akan ditempatkan satu orang pengawas di satu TPS.



    "Pengawasan dengan pola partisipasi itu melibatkan seluruh elemen masyarakat. Termasuk juga PNS, bagaimana mereka menjaga netralitas. Semua harus taat aturan," katanya. 



    Dengan pola pencegahan dan partisipasi masyarakat, pihaknya berharap pelanggaran terutama saat masa kampanye tiba tidak lagi terjadi. "Kita berharap semua berjalan lancar dan aman. Semua taat pada aturan," tandas Farhatun. 



    Seperti diketahui di Kota Bandung masyarakat akan mengikuti pemilu dua kali. Pertama masyarakat akan memilih Wali Kota dan Wakil Wali Kota periode 2018-2023 dan kedua memilih Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar periode 2018-2023 secara bersamaan



    Sumber : detik.com


    APA PENDAPATMU?

    No comments

    Terima kasih sudah bekunjung